23/6/2008 | 15:19 WIB
www.kompas.com
TOLITOLI, SENIN--Aktivis Seni dan Budaya, Amin Abdullah SN, MA, menilai pertunjukan seni pada pekan budaya dan pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah VII yang berlangsung di Kabupaten Tolitoli merupakan pertunjukan terbaik dari pekan budaya yang dilaksanakan di beberapa daerah lain pada tahun-tahun sebelumnya.
"Menurut saya yang dilaksanakan di Tolitoli ini yang terbaik. Dari segi mutu lebih bagus dari pekan budaya sebelumnya. Indikatornya, pameran dan pertunjukan semakin lengkap dan seniman-seniman kita sudah mulai melakukan observasi," kata Amin Abdullah di Tolitoli, menanggapi pelaksanaan Pekan Budaya dan Pariwisata Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin.
Pekan Budaya dan Pariwisata ke-7 yang berlangsung 16-21 Juni di "Kota Cengkih" itu, diikuti kontingen dari delapan kabupaten dan satu kota se Sulteng. Kecuali Kabupaten Poso yang tidak mengirimkan kontingennya dalam pelaksanaan kegiatan tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sulteng itu.
Menurut pengamatan Amin yang juga Kepala Seksi Kesenian Disbudpar Sulteng, para seniman yang tampil dalam even tersebut sudah melakukan observasi dan ini dibuktikan dengan penampilan sejumlah kabupaten seperti Morowali, Tolitoli, Banggai, Banggai Kepulauan, dan Buol, yang sudah menyentuh tema sentral yang diusung pada pekan budaya tahun ini yaitu "Perkembangan Masyarakat Pesisir".
"Sebelum melakukan pertunjukan para seniman kita sudah melakukan observasi lebih awal, sehingga apa yang ditampilkan benar-benar tepat sasaran sehingga utuh," katanya.
Pemilik kursus Seni Modero di Palu itu mengatakan, berangkat dari seni yang dipentaskan sesuai tema, ternyata masyarakat pesisir di Provinsi Sulteng memiliki kesamaan dalam melakukan aktivitas termasuk ritual-ritual.
"Kita belajar bagaimana masyarakat pesisir itu melakukan aktivitasnya dan ternyata ada kesamaan pola dalam aktivitasnya, seperti adanya proses musyawarah saat hendak membuat perahu, ada ritual-ritual saat mencari kayu pohon untuk buat perahu," tuturnya menjelaskan.
Pekan Budaya yang berlangsung di Tolitoli berakhir Sabtu malam lalu dan ditutup oleh Kepala Disbudpar Sulteng atasnama Gubernur. Kegiatan serupa pada tahun 2009 direncanakan akan dilaksanakan di Buol, ibukota Kabupaten Buol.
Tujuh pekan budaya sebelumnya masing-masing tahun 2002 dan 2003 di Kota Palu, tahun 2004 di Luwuk (ibukota Kabupaten Banggai), tahun 2005 di Palu, tahun 2006 di Banawa (ibukota Kabupaten Donggala), dan tahun 2007 di Parigi (ibukota Kabupaten Parigi-Moutong). (ANT)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar